Pernah satu ketika saya mengenal seorang ummahat yang sangat pinter masak hingga ia dapat membantu suaminya dengan membuka katering kecil-kecilan sambil mengasuh anak-anak mereka yang masih kecil... Kue-kue dan masakan buatan beliau sangat menggiurkan... :d
Serta merta dengan keberanian selangit dan muka memerah, saya bertanya pada ke-dua-nya:
"Pak, tanya dong, bagaimana tips mencari istri yang pinter masak?"
Sang suami tersenyum, beliau menjawab:
"Terampil untuk setiap kerjaan rumah, pertukangan perlistrikan permotoran. Dan ga cerewet soal makanan. Apapun makanan yg tersedia, dimakan..."
#JLEP... jawaban itu menohok saya, jujur, saya belum fasih benar dengan dunia listrik dan motor, selain hanya sekadar mengganti busi atau nyolder ini-itu, itupun diajarkan secara sederhana oleh bapak dan masih berantakan....
Lalu sang istri menimpali,
"Ah nggak itu mah lebai... Intinya suamiku ga rewel soal makanan, jadi dia mudah mengapresiasi setiap eksperimen istrinya. Bonus buat saya, dia ga keracunan..." :p
____________________________________________________
Oh, jadi intinya mengenai saling menerima keterbatasan satu-sama lain... :)

No comments:
Post a Comment